BAB I
Budidaya
Lempuyang Wangi
Perawakan: herba rendah sampai
tinggi, perennial, batang asli berupa rimpang di bawah tanah, tinggi lebih dari
1 m.
Batang: batang semu berupa kumpulan pelepah daun
yang berseling, di atas tanah, beberapa batang berkoloni, hijau, rimpang;
merayap, berdaging, gemuk, aromatik.
Daun: tunggal, berpelepah, duduk berseling,
pelepah; membentuk batang semu, helaian; bentuk lanset sempit, telebar di
tengah atau di atas tengah, panjang 3-7 kali lebar, pangkal runcing atau
tumpul, ujung sangat runcing atau meruncing, berambut di permukaan atas, tulang
daun atau di pangkal, 14-40 x 3-8,5 cm, tangkai berambut, 45 mm. Lidah daun;
tegak, tumpul, seperti membran, berambut 1,5-3 cm.
Bunga: susunan majemuk bulir, bentuk bulat
telur, muncul di atas tanah, tegak, berambut halus, ramping tebal, 9-31 cm,
2-2,5 kali lebar, ujung runcing agak lebar, daun pelindung dengan ujung datar,
ukuran 1,54 x 1,54 cm., sisik tangkai bulir 4-6, lanset, tumpul, berambut,
merah 3-6,5 cm.
Daun pelindung sangat lebih besar dari kelopak, sama panjang dengan tabung
mahkota.
Ukuran bulir 3,5-10,5 x 1,75-5,5 cm.
Kelopak: 13-17 mm.
Mahkota: kuning terang, hijau gelap, atau. putih,
tabung 2-3 cm, cuping bulat telur bulat memanjang, ujung meruncing atau
runcing, daun mahkota posterior paling besar 1,5-2,5 x 1-2 cm, bibir bibiran
bulat telur atau membulat, jingga .atau kuning lemon, 12 - 20 x 15 - 20 mm.
Benang sari: kepala sari elip bulat
memanjang, kuning terang, 8 - 10 mm, penghubung 7 mm.
Putik: bakal buah 3 ruang, bakal biji
banyak, posisi aksiler, tangkai putik bercabang dua bebas. Buah: bulat
telur terbalik, merah, 12 x 8 mm.
Biji: bulat memanjang bola, rata rata 4 mm.
Waktu berbunga : Januari - April.
Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya Tumbuhan ini terdapat di daerah Asia
tropika.
Di Jawa dapat tumbuh di daerah dengan ketinggian 1-1200 m dpl, banyak
tumbuh sebagai tumbuhan liar di tempat-tempat yang basah di dataran rendah dan
tinggi. Tumbuh baik di bawah hutan jati.
Perbanyakan: pada umumnya dengan
potongan rimpang yang bermata tunas atau anakan yang masih muda setidaknya
dengan 1 tunas.
Secara alami potongan potongan rimpang yang telah bertunas akan
memperbanyak diri dengan biji.
Tumbuhan ini akan dapat berkembang secara baik di hutan, kebun, pekarangan
dengan intensitas matahari di bawah naungan kurang lebih 11-585 lux.
Hama: ulat pemakan daun Kerana diocles dan
Udapes; sering menimbulkan kerusakan.
Nama Lokal :
NAMA DAERAH: NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA: Zingiberis aromaticae rhizoma; Rimpang Lempuyang Wangi
NAMA DAERAH: NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA: Zingiberis aromaticae rhizoma; Rimpang Lempuyang Wangi
BAB
II
Penyakit
Yang Dapat Diobati
EFEK BIOLOGI DAN FARMAKOLOGI Rimpang: minyak atsiri rimpang dengan kadar terendah 1,56% dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus alpha secara inivitro; daa antibakteri berbanding lurus dengan konsentrasi. perasan, infusa dan minyak atsiri rimpang lempuyang wangi mempunyai daya antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli. Potensi daya antibakteri berturut-turut adalah minyak atsiri, perasan, infusa. Ekstrak rimpang dengan konsentrasi 100% mampu membunuh cacing tambang anjing. Kenaikan kontraktilitas uterus yang diakibatkan dari pemberian infusa rimpang diperkirakan karena sifat iritasi dan kemungkinan adanya efek penurunan kontraktilitas uterus diperkirakan karena adanya efek langsung minyak atsiri pada otot uterus. Fraksi ekstrak yang larut dalam. air rimpang lempuyang wangi dapat menyebabkan efek stimulasi respon imun humoral, menekan respon imun seluler pada mencit. Fraksi ekstrak yang tidak dapat larut dalam air dapat berefek stimulasi sistem fagositosis; fraksi ekstrak yang larut dalam air menekan. Teknologi Iradiasi sinar gamma sampai dengan dosis 10 kgy dapat menurunkan jumlah angka kuman. Dosis yang dipergunakan tidak menimbulkan perubahan kadar air dan minyak atsiri.
BAB
III
Pemanfaatan
dan cara pemakaian
KEGUNAAN DALAM MASYARAKAT
Rimpang: biasanya digunakan dalam bentuk seduhan rimpang untuk obat asma, merangsang nafsu makan, merangsang membran mukosa lambung, mengurangi rasa nyeri, pembersih darah, penambah nafsu makan, menurunkan kesuburan pada wanita, pencegah kehamilan, pereda kejang; di samping itu sering digunakan juga untuk mengobati penyakit empedu, penyakit kuning, radang sendi, batuk rejan, kolera, anemia, malaria, penyakit syaraf, nyeri perut, mengatasi kecacingan, masuk angin. Pada pemakaian luar digunakan untuk mengurangi rasa nyeri .
Rimpang: biasanya digunakan dalam bentuk seduhan rimpang untuk obat asma, merangsang nafsu makan, merangsang membran mukosa lambung, mengurangi rasa nyeri, pembersih darah, penambah nafsu makan, menurunkan kesuburan pada wanita, pencegah kehamilan, pereda kejang; di samping itu sering digunakan juga untuk mengobati penyakit empedu, penyakit kuning, radang sendi, batuk rejan, kolera, anemia, malaria, penyakit syaraf, nyeri perut, mengatasi kecacingan, masuk angin. Pada pemakaian luar digunakan untuk mengurangi rasa nyeri .
CARA PEMAKAIAN DI MASYARAKAT
Untuk obat masuk angin:
Untuk obat masuk angin:
digunakan 10 gram rimpang segar lempuyang wangi; setelah dicuci, diparut, diperas dan disaring, kemudian hasil saringan ditambah 2 sendok makan madu dan 1/2 gelas air matang (panas), diaduk diminum dua kali sehari pagi dan sore sama banyak.
Untuk obat sakit perut dan menambah nafsu makan:
2 jari lempuyang wangi, 3 umbi bawang merah dibuat infusa dengan 110 mI air. Untuk anak?anak diminum 2 kali sehari pagi dan sore, setiap kali 2 sendok makan.
KOMPOSISI :
Rimpang: minyak atsiri yang tersusun dari a-kurkumen, bisabolen, zingiberen, kariofilen, seskuifelandren, zerumbon, limonen, kamfer; di samping itu zat pedas gingerol, sogaol, zingeron, paradol, heksahidrokurkumin, dihidrogingerol; informasi lain menyebutkan damar, tanin, resin, pati, gula
Rimpang: minyak atsiri yang tersusun dari a-kurkumen, bisabolen, zingiberen, kariofilen, seskuifelandren, zerumbon, limonen, kamfer; di samping itu zat pedas gingerol, sogaol, zingeron, paradol, heksahidrokurkumin, dihidrogingerol; informasi lain menyebutkan damar, tanin, resin, pati, gula
BAB
IV
ISOLASI
Isolasi
identifikasi dan uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val) telah dilakukan. Minyak atsiri diisolasi dengan metode destilasi Stahl dan dianalisis dengan GC-MS. Kadar minyak atsiri yang dihasilkan 0,6% (v/b). Identifikasi komponen dilakukan dengan membandingkan spektrum massa masing-masing senyawa dengan spektrum massa senyawa standar dari literatur Wiley 7. LIB. Hasil analisa menunjukkan 27 senyawa teridentifikasi, dengan komponen utamanya antara lain zerumbon (31,05%), α-terpinolen (27,19%), kamfena (10,91%), α -humulen (7,53% ), 1,8-sineol (2,75%), kamfor (2,71%), (Z)-β-osimen (2,70%), (-)-kariofilen oksida (2,07%), isobornil alkohol (1,51%) dan terpinen-4-ol (1,11%). Uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val) telah dilakukan terhadap Pseudomonas aeruginosa, Bacillus cereus dan Salmonella typhi dengan metode difusi agar menggunakan teknik sumuran. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val) memiliki aktivitas antibakteri terhadap semua bakteri uji dengan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) 0,25% (v/v) untuk Pseudomonas aeruginosa, 0,075% (v/v ) untuk Bacillus cereus dan 0,1% (v/v) untuk Salmonella typhi. Dibandingkan dengan amoksisilin, potensi antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val) pada ketiga bakteri uji adalah 0,001% dari potensi amoksisilin
identifikasi dan uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val) telah dilakukan. Minyak atsiri diisolasi dengan metode destilasi Stahl dan dianalisis dengan GC-MS. Kadar minyak atsiri yang dihasilkan 0,6% (v/b). Identifikasi komponen dilakukan dengan membandingkan spektrum massa masing-masing senyawa dengan spektrum massa senyawa standar dari literatur Wiley 7. LIB. Hasil analisa menunjukkan 27 senyawa teridentifikasi, dengan komponen utamanya antara lain zerumbon (31,05%), α-terpinolen (27,19%), kamfena (10,91%), α -humulen (7,53% ), 1,8-sineol (2,75%), kamfor (2,71%), (Z)-β-osimen (2,70%), (-)-kariofilen oksida (2,07%), isobornil alkohol (1,51%) dan terpinen-4-ol (1,11%). Uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val) telah dilakukan terhadap Pseudomonas aeruginosa, Bacillus cereus dan Salmonella typhi dengan metode difusi agar menggunakan teknik sumuran. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val) memiliki aktivitas antibakteri terhadap semua bakteri uji dengan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) 0,25% (v/v) untuk Pseudomonas aeruginosa, 0,075% (v/v ) untuk Bacillus cereus dan 0,1% (v/v) untuk Salmonella typhi. Dibandingkan dengan amoksisilin, potensi antibakteri minyak atsiri rimpang lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val) pada ketiga bakteri uji adalah 0,001% dari potensi amoksisilin
BAB V
PRODUK LEMPUYANG
KAPSUL LEMPUYANG WANGI

Komposisi :
Zingiber aromaticum rizhoma
Aturan Minum :
3 x 2 kapsul/hari
Khasiat :
Membantu meningkatkan nafsu makan, anemia, mengatasi sakit kuning dan wasir.
Isi : 80 Kapsul
Izin Depkes RI: 503/4683/2
Diproduksi oleh : UD RACHMA SARI - Sukoharjo
Didistribusikan oleh : UD TAZAKKA – Sukoharjo
Peringatan:
TIDAK DIJUAL BEBAS, UNTUK KALANGAN SENDIRI
Zingiber aromaticum rizhoma
Aturan Minum :
3 x 2 kapsul/hari
Khasiat :
Membantu meningkatkan nafsu makan, anemia, mengatasi sakit kuning dan wasir.
Isi : 80 Kapsul
Izin Depkes RI: 503/4683/2
Diproduksi oleh : UD RACHMA SARI - Sukoharjo
Didistribusikan oleh : UD TAZAKKA – Sukoharjo
Peringatan:
TIDAK DIJUAL BEBAS, UNTUK KALANGAN SENDIRI
Harga : Rp.35.000,-
(Zingiber
zerumbet (L.) Roscoe ex Sm., sin. Z. aromaticum Valeton) adalah sejenis
rempah-rempah yang berkhasiat obat. Rimpangnya dimanfaatkan sebagai campuran
obat. Lempuyang atau puyang adalah salah satu bahan utama jamu yang cukup
populer, jamu cabe lempuyang.
Lempuyang diketahui mampu menginduksi apoptosis sel-sel kanker. Hasil kajian di Jepang menemukan bahwa ekstrak rimpang lempuyang
dapat menekan pertumbuhan sel-sel melanoma pada mencit percobaan. Efek penekanan (inhibitor) diketahui terjadi melalui penghambatan terhadap ekspresi gentirosinase pada sel melanoma
Lempuyang diketahui mampu menginduksi apoptosis sel-sel kanker. Hasil kajian di Jepang menemukan bahwa ekstrak rimpang lempuyang
dapat menekan pertumbuhan sel-sel melanoma pada mencit percobaan. Efek penekanan (inhibitor) diketahui terjadi melalui penghambatan terhadap ekspresi gentirosinase pada sel melanoma
BAB VI
Ciri-ciri tanaman herbal lempunyang
Ciri-ciri
tanaman herbal lempunyang :
- Batang
: batang semu berupa kumpulan pelepah daun yang berseling, di atas tanah,
beberapa batang berkoloni hijau.
- Rimpang
: merayap, berdaging, gemuk, aromatik. sebelah luar berwarna coklat muda,
irisan melintang warna kuning muda, Rasanya pahit pedas, berbau aromatic
khas lempuyang pahit.
Zat-zat yang
terkandung didalam tanaman herbal lempuyang ini adalah :
Saponin, flavonoid, minyak atsiri,
Minyak atsiri 0.62 % (terutama sesquiterpenketon), Berdasar hasil kromatogram
gas terdeteksi 21 komponen minyak atsiri, Minyak atsiri yang sama dengan jenis
lempuyang lainnya : β- linalool, α-caryophyllene, camphor, Kadar air : 9.39 %,
Kadar pati : 52.14 % (terbesar dari jenis lempuyang yang lain), Kadar serat :
10.76 % (terbesar dari jenis lempuyang yang lain).
Berikut beberapa khasiat tanaman herba lempuyang :
- Rimpang
yang masih muda (terutama lempuyang gajah) dimakan sebagai lalap.
- Adapun
khasiat lempuyang untuk kesehatan antara lain sbb : Menambah nafsu makan,
Penambah darah, obat rematik, alergi terhadap udang/ikan laut, batuk
rejan/ kinghus, encok dan bengkak-bengkak.
- Selain
itu lempuyang pahit dapat meredakan nyeri lambung yang disertai kejang.
- Parutan
rimpang beserta minyak kelapa dan abu dapat digunakan untuk membalur
bagian tubuh yang bengkak sehingga kempes.
- Tepung
rimpang lempuyang pahit yang diparut dan dijadikan tapal.
- Dapat
digunakan untuk memulihkan kondisi wanita yang baru melahirkan.
- Lempuyang
wangi juga dapat untuk mengobati asma & obat pengurang rasa sakit.
- Selain
itu, wanita yang terlalu subur dapat mengurangi kesuburannya dengan minum
jamu lempuyang wangi.

